Varian Delta: Varian Baru Covid-19 yang Perlu Diwaspadai

0

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat setiap harinya, terutama munculnya varian baru yakni varian Delta.

Terhitung pada 27 Juni 2021 jumlah penambahan kasus sebanyak 21.342. Angka ini naik sekitar 247 kasus dari hari Sabtu (26/6/2021) sebanyak 21.095. Dinyatakan total kasus Covid-19 yang dilaporkan hingga kini sebanyak 2.115.304 orang terhitung sejak kasus pertama pada Maret 2020.

Varian Delta ini juga telah menjadi sorotan dunia karena dianggap dapat menular walau saat berpapasan.

Apa itu varian Delta?

Varian Delta pertama kali diidentifikasi di India dan menyebar dengan cepat ke negara lain, terutama negara yang masih rendah vaksinasi. Varian baru ini merupakan varian SARS-CoV-2 dan ditemukan pada Desember 2020.

copyright by BBC, Covid-19 di India

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan jika varian ini diperkirakan akan menjadi varian dominan secara global.

Soumya Swaminanthan, kepala Ilmuwan WHO dalam konferensi pers di Jenewa pada 18 Juni 2021 lalu menyatakan jika varian Delta sedang dalam perjalanan untuk menjadi varian dominan secara global karena peningkatan transmisibilitasnya.

Dilansir dari data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan proporsi kasus Covid-19 baru di AS dikaitkan dengan variab delta sebesar 2,7%. Ini merupakan data pengawasan yang dilakukan selama dua minggu dan berakhir pada 22 Mei 2021.

Sedangkan di Indonesia, varian Delta telah masuk dengan 160 kasus per 20 Juni 2021.

Baca Juga: COVID-19 pada Anak, Waspadai Gejalanya

Apa saja gejala varian Delta?

Berdasarkan Healthline, data yang telah dikumpulkan oleh para ilmuwan Inggris menyebutkan bahwa gejala utama varian delta berbeda dari varian sebelumnya. Tak hanya itu, Gejala yang dialami akan lebih parah dan menyebar dengan cepat.

Menurut Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Intenasional, Universitas John Hopskin mengatakan mereka yang terpapar varian ini memiliki gejala umum, seperti:

  • Sakit perut
  • Hilang selera makan
  • Mual
  • Nyeri sendi
  • Gangguan pendengaran

Selain itu, gejala varian sebelumnya seperti flu berat, demam, sesak nafas, sakit kepala dan tenggorokan dan pilek ,asih terjadi. Bedanya batuk dan hilangnya indra penciuman seperti gejala varian awal jarang ditemukan.

Hingga kini, mereka yang terinfeksi varian Covid-19 baru ini di Indonesia sering mengalami gejala sesak nafas dan menyebabkan banyak rumah sakit kekurangan tabung oksigen.

So, Sahabat Pagi, sudah tahu kan jika varian baru ini lebih berbahaya dari varian sebelumnya? Maka, selalu jaga Kesehatan tubuh dan mental kita agat terhindar dari stress. Sahabat Pagi bisa mulai melakukan olahraga ringan di rumah serta konsumsi makan yang bergizi. Tentunya selalu ikutin protokol kesehatan di manapun Anda pergi. Jangan melakukan perjalanan jauh jika tidak mendesak ya.

COVID-19 pada Anak, Waspadai Gejalanya

0

Kasus Covid-19 pada anak di Indonesia kian meningkat. Kasus infeksi Covid-19 pada anak Indonesia terbilang tertinggi di dunia dan sangat mengkhawatirkan. Semenjak merebaknya varian Delta, orangtua diimbau agar waspada terhadap gejala-gejala Covid-19 pada anak yang terinfeksi.

Melansir dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan jika proporsi kasus konfirmasi Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen. Hal ini dapat diartikan, 1 dari 8 kasus positif covid-19 adalah anak-anak yang terinfeksi.

Baca Juga: 7 Cara Cegah Penularan Virus Corona di Tempat Kerja

Sedangkan, data tingkat kematian atau case fatality rate pada usia tersebut meningkat mencapai 3-5 persen.

Kondisi ini lebih parah ketimbang awal-awal pandemi dengan tingkat penularan yang tinggi. Kondisi ini pula bisa terjadi karena dipengaruhi oleh adanya mutasi varian baru, salah satunya varian Delta.

Apa Varian Delta pada Covid-19 itu?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan pada Senin, 21 Juni 2021 bahwa varian Delta merupakan jenis virus corona yang lebih mudah menular dan terkuat yang pernah ada. Bahkan varian ini sangat mungkin menginfeksi banyak orang, terutama pada negara yang rendah dalam melakukan vaksinasi Covid-19.

Varian Delta sendiri pertama kali diidentifikasi di India. Varian ini mempunyai potensi lebih mematikan karena jangkauan penularannya lebih besar ketimbang varian lain.

Varian Delta ini juga diungkapkan bahwa 40 persen lebih mudah menular dibanding varian Alpha.  Fakta yang mengejutkan adalah satu dari orang yang terinfeksi varian Delta dapat menularkan ke 7-8 orang lainnya.

Sedangkan dalam varian Alpha berpotensi menularkan 5-6 orang lainnya. Lain hal dengan varian awal atau varian original dari Wuhan, berpotensi menularkan 3-4 orang lain.

Bagaimana dengan Covid-19 pada Anak?

© Unicef

Diungkapkan jika gejala Covid-19 yang menyerang anak-anak cenderung ringan bahkan tanpa gejala. Kondisi ini pun diduga karena pada anak-anak, kelenjar timus yang terlibat dalam sistem imun tubuh masih bekerja maksimal.

Apa saja gejalanya?

Gejala infeksi virus Corona pada anak ini meliputi

  • Pilek
  • Demam
  • Batuk-batuk
  • Radang tenggorokan atau tenggorokan kering
  • Sesak napas

Tak hanya itu, anak akan merasakan gejala pada gangguan pencernaan, seperti diare dan muntah. Walau cukup jarang, namun kondisi ini memungkinkan terjadi jika anak-anak terifeksi virus Corona. Kondisi lain yang sering terjadi adalah gagal napas akut yang membahayakan.

Oleh karena itu, untuk mencegah hal buruk terjadi, ajak anak, adik, atau keponakan Sahabat Pagi untuk mencegahnya.  Mulai dari hal sederhana, seperti rutin mencuci tangan, membiasakan menggunakan masker, makan makanan yang bergizi, dan olahraga.

Cilok Bumbu Kacang, Cemilan Enak di Akhir Pekan

0

Pernah coba makan cilok bumbu kacang, Sahabat Pagi? Pasti pernah dong. Jajanan murah ini disukai banyak kalangan. Sahabat Pagi pasti sering menemukan cilok ini di area depan sekolah atau kampus, bahkan area dekat perkantoran maupun mal.

Sama halnya dengan jajanan pinggir jalan lainnya, cilok sering dipilih karena harga dan sensasi kenyal yang bikin ketagihan. Hingga kini cilok diketahu berasal dari Bandung. Dilansir dari Wikipedia, nama cilok berasal dari kata aci dan dicolok. Kenapa aci? Karena aci merupakan bahan utama cilok ini. Aci merupakan bahasa Sunda dari tepung tapioka. Kata dicolok ini karena cara menghidangkannya dengan cara dicolok.

© IDNTimes

Cilok memiliki bentuk bulat dengan tekstur kenyal. Bentuk cilok hampir sama dengan bakso, tapi memiliki bahan dasar yang berbeda. Jika bakso memiliki komposisi dading lebih banyak ketimbang tepung, maka cilok sebaliknya. Malah ada cilok yang sama sekali tidak menggunakan daging. Hal ini yang menyebabkan cilok memilih tekstur lebih kenyal dari bakso.

Umumnya cara penyajian cilok dengan diguyur atau dicocol dengan bumbu kacang. Tak hanya dengan bumbu kacang, ada beberapa variasi lain seperti cilok goreng, cilok bakar, atau cilok isi telur.

Walau memiliki bayak variasi, tetapi cara membuat cilok tak jauh berbeda untuk cilok goreng atau kuah dan cilok dengan isian.

Resep Cilok Bumbu Kacang

Bahan cilok

  • 100 gram tepung terigu
  • 100 gram tepung tapioka
  • 1-2 siung bawang putih dihaluskan
  • 1-2 batang daun bawang diiris halus
  • Merica bubuk secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Penyedap rasa secukupnya
  • Air panas

Baca Juga: 7 Jenis Rujak Khas Indonesia Wajib Coba

Cara membuat cilok

  • Campur terigu berama dengan bawang putih, daun bawang, merica, gula, garam, dan penyedap rasa dalam satu wadah. Kemudian tuang air panas secara perlahan hingga dirasa adonan mengental dengan baik.
  • Campurkan tepung tapioka secara perlahan, Uleni dengan tangan hingga merata. Jika dirasa sudah merata, bentuk bulat kecil.
  • Didihkan air dan masukkan cilok. Jika cilok mengapung maka artinya cilok sudah matang.

Biar cilok makin sempurna. Mari kita buat juga bumbu kacangnya, Sahabat Pagi.

Bahan Bumbu Kacang

  • 100 gram kacang tanang digoreng
  • 7 buah cabeh rawit
  • 4 sdm gula merah
  • 1 sdt garam
  • Air asam jawa
  • Minyak secukupnya
  • Air

Cara membuat bumbu kacang

  • Haluskan kacang dengan diulek atau diblender, kemudian tambahkan cabe rawit, cabe merah, bawang putih, air asam jawa, dan garam.
  • Panaskan minyak dan tumis bumbu yang sudah dihaluskan. Masak hingga dirasa sudah matang. Gunakan sedikit minyak saja saat menumis.

Mudah bukan, Sahabat Pagi?

Biar makin mantap dan sehat, gunakan bahan-bahan yang baik untuk tubuh. Salah satunya menggunakan garam Lososa untuk memasak cilok. Garam Lososa ini juga sudah dianjurkan banyak dokter lho untuk Anda yang sedang ingin diet dan mereka yang mengidap hipertensi.

Danish Red, Sapi Perah Penghasil Protein Susu yang Tinggi

0

Sering kita dengar jika jenis Friesian Holstein asal Belanda yang menghasilkan produksi susu terbanyak, namun jenis sapi perah Danish Red juga memiliki protein susu yang lebih tinggi. Jenis sapi ini berasal dari benua Eropa, yakni Denmark. Eropa sendiri banyak mengembangbiakkan sapi serta mamalia lain seperti domba, babi, dan lembu.

Danish Red atau sering disebut dengan Red Dane, adalah sapi yang berasal serta dikembangbiakkan di wilayah Eropa bagian utara. Sekitar 45.000 lebih ekor sapi perah nantinya akan diambil dagingnya saat sudah melewati masa laktasi atau sudah tidak bisa menghasilkan susu.

Baca Juga: Mengunjungi Berbagai Cafe Hewan Peliharaan Di Kota Tokyo

Red Dane kini sudah banyak diekspor ke beragai negara karena kualitasnya yang baik. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas sapi lokal yakni melalui sistem kawin silang. Banyak jenis sapi perah hasil persilangan Red Dane ini di antaranya adalah Estonian Red, Latvian Red, Russian Red, dan banyak lainnya dengan memakai nama lokal asal negara sapi perah.

© AgriFarming : Sapi jenis Red Shindi

Warna merah yang Danish Red ini membuat semakin dikenal dan dikawinsilangkan dengan beberapa jenis sapi lokal di wilayah iklim tropis. Red Sindhi dan Butana merupakan contoh jenis sapi hasi persilangan Red Dane dengan sapi lokal iklim tropis. Sapi-sapi tersebut  telah dikenal dengan sapi perah penghasil susu dengan jumlah terbanyak. Baik dalam kandungan lemak atau protein susu yang tinggi. Pastinya lebih tinggi ketimbang lemak dan protein susu yang dihasilkan oleh sapi Friesian Holstein.

Apakah Danish Red lebih unggul dari Friesien Holstein?

Baik Red Dane dan Friesien Holstein sama-sama jenis sapi perah dengan khasnya masing-masing. Terdapat beberapa keunggulan Red Dane yang tak dijumpai pada jenis sapi perah lain. Apa saja?

Usia lebih panjang

Red Dane memiliki usia serta harapan hidup lebih panjang ketimbang jenis sapi perah jenis lain. Ini juga akan membantu menaikkan jumalah produkse susu yang dihasilkan.

Tinggi Protein dan Lemak

Sapi Danish Red ini mampu menghasilkan susu dengan protein dan lemak mentega yang lebih tinggi dari sapi jenis lain.

Kebal dari penyakit

Sistem kekebalan tubuh Red Dane ini juga lebih baik dari jenis sapi lain, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Fertilitas Tinggi

Tak hanya produksi susu yang berlimpah, Red Dane memiliki tingkat fertilitas atau kesuburan yang tinggi sehingga tak memerlukan waktu yang lama untuk beranak dan melewati masa-masa laktasi. Kondisi ini biasanya kurang dari 13 bulan.

Berat tubuh yang besar

Seekor sapi Red Dane betina bisa mencapai 660 kg, sedangkan untuk sapi jantan bisa mencapai 1 ton. Hal ini juga mempengaruhi bobot anak sapi. Berat sapi Red Dane saat dilahirkan biasanya antara 36 kg sampai 40 kg dengan kenaikan berat badan rata-rata tiap harinya sekitar 1,4 kg.

Semoga informasi sapi perah Red Dane asal Denmark ini menambah wawasan Sahabat Pagi ya. Kalau dapat susu dari Red Dane ini enak dimasak apa nih, Sahabat Pagi?

3 Fakta Menarik dari Drama Korea Move to Heaven

Drama Korea Move to Heaven hangat diperbincangkan sejak kemunculannya Mei lalu. Menariknya, drama Move to Heaven ini dapat Sahabat Pagi tonton secara maraton hingga akhir. Terdiri dari sepuluh episode, tiap episodenya berhasil membuat penonton mewek.

Drama korea Netflix ini dibintangi oleh Lee Je Hoon. Demi memerankan karakternya, ia rela memanjangkan rambut. Tak hanya itu ia juga mempelajari tugasnya sebagai pembersih trauma serta sindrom Asperger.

Drama Move to Heaven ini mengisahkan seorang pemuda berumur 20 tahun bernama Geu Roo. Ia menderita sindrom Asperger. Ia bersama ayahnya menjalankan bisnis pembersih trauma yang dinamai “Move to Heaven”

Akan tapi, takdir berkata lain. Ayahnya terkena serangan jantung dan meninggal. Geu roo yang sulit menerima perubahan yang mendadak tersebut harus beradaptasi dengan pamannya, Sang Gu.

Sang Gu yang dipilih langsung oleh mendiang ayah Geu Roo untuk menjadi wali ini memiliki karakter yang cukup berantakan. Namun, akhirnya ia dapat beradaptasi dengan keadaan.

Dibalik kesuksesannya, drama yang berhasil bikin mewek penonton ini memiliki fakta menarik lho. Apa saja?

Terinspirasi dari Buku Terkenal

© IMdb Move to Heaven by Netflix

Drama seri yang digarap oleh Kim Sung Ho dan ditulis oleh Yoon Ji Ryeon ini diadaptasi dari sebuah buku terkenal berjudul Things Left Behind. Buku ini ditulis oleh Kim Sae Byul.

Yoon Ji Ryeon mengungkapkan bahwa ia terharu dan sedih saat menggarap proyek ini. Ia  membayangkan kehidupan orang-orang yang meninggal dan bagaimana kehidupannya jika mereka masih hidup. Yoon Ji Ryeon juga ingin mengajak penonton untuk mengikuti kisah Geu Roo dan pamannya untuk membantu klien dalam ‘pindah rumah’ secara permanen dari dunia.

Baca Juga: I Care A Lot: 3 Hal Menarik Adu Licik Penipu vs Penipu

Kim Sae Byul dan Jasa Penghapus Trauma

© biohazard newstar kim Youtube Channel

Kim Sae Byul merupakan sosok nyata di dunia dalam menjalani profesi sebagai penghapus trauma. Ia merupakan pendiri perusahaan penghapus trauma pertama di Korea Selatan, Bio Hazard. Perusahaan ini menawarkan jasa kebersihan rumah seperti setelah adanya pembunuhan, bunuh diri, atau kematian tanpa pengawasan yakni  kasus kematian yang baru ditemukan dalam hitungan minggu atau bulan.

Sindrom Aspreger

© IMdb Move to Heaven by Netflix

Berbeda dengan autisme, sindrom Asperger adalah subkelompok dalam spektrum autisme yang menunjukkan keterlambatan dan ketrampilan motorik yang signifikan. Mereka yang mengalami sindrom Asperger ini akan menunjukkan gejala seperti mengalami kesulitan dengan interaksi sosial, terlibat dalam perlikau berulang, dan fokus pada aturan serta rutinitas.

Terdapat tokoh-tokoh di dunia yang memiliki sindrom ini seperti Bill Gates, Valmindir Putin, Mozart, hingga Abraham Lincoln.

Setelah membaca tiga fakta menarik di atas, semakin tertarik untuk nonton drama ini kan, Sahabat Pagi?

Yoga atau Pilates, Mana yang Terbaik untuk Tubuh?

Yoga atau pilates? Mana yang baik untuk tubuh?

Yoga dan pilates merupakan dua aktivitas fisik yang sering disamakan baik dari gerakan atau fungsinya. Padahal dua aktivitas ini memiliki banyak perbedaan. Sahabat Pagi bisa memilih yoga atau pilates sesuai kebutuhan.

Apa saja yang membuat mereka berbeda? Yuk, simak info di bawah ini.

Asal Mula

Yoga sudah menjadi salah satu jenis olahraga yang sudah ada sejak lebih dari 5000 tahun lalu. Tidak diketahui secara resmi siapa penemu olahraga ini. Yoga dilakukan pertama kali oleh para yogi (praktisi yoga). Yoga juga banyak dipakai oleh umat Budha sebagai membuang stres seperti meditasi. Terdapat beberapa jenis yoga. Asthanga yoga merupakan salah satu jenis yoga yang terkenal.

Berbicara tentang pilates, olahraga ini baru diciptakan pada pertengahan abad ke-20. Olahraga ini diciptakan oleh Joseph Hubertus Pilates, seorang warga kebangsaan Jerman.

Pilates banyak berkembang di Kanada, Amerika, dan Inggris. Namun, saat ini Sahabat Pagi juga dapat temui kursus Pilates di Indonesia.

Baca Juga: Simpel, 5 Jenis Olahraga Ini Bisa Dilakukan di Rumah

Latihan

Dalam latihannya, yoga lebih berfokus pada fleksibilitas. Jika Sahabat Pagi ingin berlatih yoga, Anda harus mempelajari postur tubuh dengan benar. Anda juga harus mempelajari urutan gerakan dan variasi gerakan agar gerakan tersebut bisa berpadu menjadi rutinitas. Dalam yoga, tubuh, pikiran, dan jiwa adalah hal penting.

Jenis yoga juga mempengaruhi berbedaan gerakan. Misalnya saja jika Anda mengikuti astangha yoga, gerakan yang diikuti akan berbeda dengan  mereka yang berlatih dengan hatha yoga. Namun pada dasarnya semua gerakan yoga itu sama. Hanya saja terdapat variasi yang bergantung aliran yang diikuti.

Berbeda dengan yoga, pilates biasanya dilakukan menyesuaikan kebutuhan. Contohnya, gerakan untuk menurunkan berat badan akan berbeda dengan dengan yang ingin membuat tubuh lebih lentur.

Teknik Pernapasan

Pernapasan merupakan komponen utama saat olahraga dilakukan. Baik yoga maupun pilates, teknik pernapasan harus tepar agar gerakan dapat dilakukan dengan benar.

Teknik pernapasan pada yoga lebih beragam ketimbang pilates, mulai teknik pernapasan sederhana hingga pernapasan dalam. Ujjayi pranayama merupakan teknik pernapasan yang sering digunakan pada astangha. Sedangkan pada pilates, tidak ada tingkatan dalam teknik pernapasan.

Baca Juga: Trend #100abchallenge untuk Mengecilkan Perut dalam 30 Hari

Cara Kerja

Kedua aktivitas ini pastinya akan meningkatkan kemampuan fleksibilitas maupun kekuatan tubuh. Pilates menawarkan latihan tubuh secara keseluruhan. Sahabat Pagi akan dilatih untuk semua otot pada tubuh. Mereka yang melakukan pilates akan merasakan peningkatan kekuatan pada area perut serta tulang belakang.

Sedangkan pada aktivitas yoga, Sahabat Pagi akan dilatih untuk menyeimbangkan semua otot pada tubuh. Tak hanya itu, Anda akan secara langsung belajar meditasi untuk memberikan ketenangan secara batin. Bagi mereka yang sering melakukan latihan ini akan mudah fokus dan tenang. Mereka juga terbiasa menjalani segala sesuatu dengan pikiran yang jernih.

Sudah tahu perbedaanya, bukan? Semua bergantung kepada Anda mana yang cocok dengan tubuh atau mungkin waktu Anda. Keduanya sama-sama baiknya untuk tubuh.

4 Kebiasaan yang Membuat Produksi Kolagen Menurun

Kolagen merupakan salah satu zat penting untuk tubuh, apalagi untuk kulit. Maka hindari segera kebiasaan buruk ini agar produksi kolagen tubuh Sahabat Pagi tak menurun.

Sebenarnya banyak sekali kebiasaan yang tanpa disadari membuat produksi kolagen di dalam tubuh semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan kondisi kesehatan kulit pun menurun. Misalnya saja munculnya kerutan halus, kulit kusam, atau kulit sensitif.

Lalu kebiasaan buruk apa saja yang dapat menurutkan produksi kolagen dalam tubuh? Simak artikel in ya.

Sering terpapar sinar matahari

Tak hanya menyebabkan kulit kering dan kusam, jika Sahabat Pagi sering terpapar sinar matahari dapat membuat kolagen menurun. Paparan sinar UV dari matahari ini akan perlahan-lahan membuang produksi collagen dari kulit.

Sebagai pencegahan, Sahabat Pagi bisa menggunakan sunscreen  dan sunblock ketika akan pergi ke luar rumah. Tak lupa gunakan baju berlengan panjang untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.

Baca Juga: Manfaat Kolagen untuk Kecantikan dan Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui

Merokok

Merokok juga menjadi salah satu penyebab produksi kolagen menurun. Tak hanya berefek pada kondisi dalam tubuh, sering terpapar dengan asap rokok yang berlebihan pun berpengaruh.

Asap rokok yang menempel ini baik di wajah atau di kulit akan membuat kulit kusam dan kasar. Selain itu, kandungan nikotin pada rokok dapat pula menurunkan kadar collagen dalam tubuh. Maka segera berhentilah merokok.

Konsumsi minuman beralkohol

Di dalam tubuh, kolagen berkerjasama dengan antioksidan. Keduanya membantu cerahkan kulit yang kusam dan pulihkan kulit rusak. Melansir dari Halodoc, jika terlalu sering atau kecanduan minum alkohol dapar mengganggu produksi collagen ini. Kandungan alkohol yang memiliki sifat oksidasi ini akan melawan fungsi dari antioksidan. Apabila keduanya tak bisa bekerja sama, kulit akan lebih kusam, rusak, dan kasar.

Konsumsi junk food  berlebihan

Jika Sahabat Pagi adalah penggemar makanan junk food tapi ingin kulit tetap sehat. Berhenti konsumsi junk food  segera. Sering konsumsi junk food dapat mempengaruhi kandungan collagen dalam tubuh.

Makanan junk food ini merupakan produk olahan yang di dalamnya terkandung banyak gula dan karbohidrat yang tak baik untuk tubuh.

Baca Juga: Tips Mengurangi Minyak Di Wajah

Lantas bagaimana mengatasinya?

Minum Suplemen Berkolagen

Saat ini suplemen kolagen dapat Sahabat Pagi temui dengan mudah. Suplemen collagen ini biasanya tersedia berbagai bentuk, yang bisa diminum atau disuntik.

Baik yang disuntik atau diminum, keduanya sama-sama baiknya untuk tubuh. Jika Anda takut untuk disuntik, minuman kolagen bisa jadi pilihan seperti Incess Delima & Mixberry.

Dengan kandungan European Fish Collagen 6000mg dan L-Glutathione Japan 350mg serta beragam vitamin lain, Incess dapat bantu kesehatan kulit dan imun tubuh.

Selain itu, konsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dan antioksidan dapat membantu juga.  Konsumsi sayur dan buah dengan kedua kandungan di atas diyakini bantu tingkatkan produksi kolagen.

Hipertensi Meningkat? Ini 4 Alasannya

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi saat tekanan darah lebih dari 130/80 mmHg. Hipertensi juga disebut juga silent killer karena dapat timbul tanpa gejala khusus tetapi dapat sebabkan kematian.

Penyakit hipertensi yang sudah berlangsung lama dan tak terkontrol serta tak segela ditangani, akan menimbulkan kerusakan pada organ tubuh. Penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal merupakan hasil dari penyakit darah tinggi.

Banyak alasan yang mempengaruhi bagaimana hipertensi meningkat.  Namun, ada risiko yang tak bisa diubah.

Risiko Hipertensi yang Tidak Bisa Diubah

Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga berperan terhadap munculnya tekanan darah tinggi. Jika Anda mempunyai riwayat keluarga sedarah seperti orang tua, nenek kakek, atau kakak adik yang menderita, risiko mendapatkan hipertensi cukup tinggi.

Usia

Bertambahnya usia juga cenderung mempengaruhi kenaikan tekanan darah. Ini disebabkan pula karena semakin bertambah usia, pembuluh darah secara alami menebal dan lebih kaku. Hal ini dapat meningkatkan risiko hipertensi. Namun, anak-anak dapat pula mengalami tekanan darah diri.

Jenis Kelamin

Jenis kelamin ternyata juga mempengaruhi risiko tekanan darah tinggi. Laki-laki akan sering mengalami hipertensi di bawah usia 55 tahun, sedangkan wanita di atas usia 55 tahun. Wanita yang menopause juga memiliki risiko mengalami hipertensi.

Baca Juga: Garam Diet, Cara Ampuh Turunkan Berat Badan

Namun, adakah yang bisa diubah agar hipertensi bisa terkontrol?

Tentu saja bisa, Sahabat Pagi. Simak apa saja alasan kenapa tekanan darah tinggi meningkat.

Pola Makan tidak sehat

Pola makan tidak sehat ini memiliki banyak faktor seperti sering konsumsi junk food, makan manis dan asin berlebihan. Ditambah lagi, tidak menyukai sayur dan buah yang rendah serat dan tinggi lemak jenuh.

Sahabat Pagi bisa memulainya dengan memilih produk garam yang baik untuk kesehatan. Garam Lososa merupakan garam diet sehat yang telah direkomendasikan oleh banyak dokter untuk membantu kontrol tekanan darah tinggi.

Kurangnya aktivitas fisik

Bekerja dengan duduk seharian dapat mengganggu kesehatan. Seringnya duduk ini membuat Anda suka ngemil yang menyebabkan berat badan bertambah. Hal ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Konsumsi alkohol berlebih

Rutin konsumsi alkohol berlebih dapat mengganggu kesehatan. Salah satunya tekanan darah tinggi. Selain penyakit tersebut, akan banyak risiko yang timbul seperti kanker, obesitas, gagal jantung, atau stroke.

Stres

Stres juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Saat Anda stres, Anda dapat mengalami pola makan yang tidak teratur, malas untuk beraktivitas,mengalihkannya pada merokok atau konsumi alkohol berlebih. Beberapa hal tersebut secara tak langsung dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Garam Diet, Cara Ampuh Turunkan Berat Badan

Saat ini tengah terkenal dengan istilah DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension. Awalnya, jenis diet ini di peruntukan bagi penderita hipertensi.

Seiring bekembangnya jaman, menerapkan garam diet ini semakin di rekomendasikan.

Karena program diest sehat ini baik juga untuk kesehatan tubuh terutama Jantung dan menurunkan resiko diabetes. Bahkan, mengurangai asupan garam ini dapat menurunkan berat badan.

Sekarang pun, sudah ada garam dengan kandungan sodium rendah yaitu garam lososa. Orang yang memiliki riwayat penyakit hipertensi pun di anjurkan untuk mengkonsumsi garam jenis ini.

Karena, rendahnya kandungan sodium pada jenis garam ini, artinya sangat cocok juga bagi orang yang tengah diet. Sehingga, diet nya pun lebih sehat dan mampu menurunkan berat badan tanpa mengkonsumsi obat-obatan.

Inilah Cara Ampuh Turunkan Berat Badan

Prinsip dari DASH ini yaitu mengkonsumsi makanan rendah garam serta memperbanyak makanan dengan bahan alami.

Bukan, dari produk olahan apalagi makanan instan. Anda pun bisa mengganti garam menggunakan garam diet lososa.

Jenis garam lososa ini di memiliki kadar sodium rendah, maka sangat cocok sekali untuk program diet DASH anda. Untuk lebih jelasnya, inilah cara ampuh turunkan berat badan sebagai berikut :

Baca Juga : Manfaat Kolagen Untuk Kesehatan

  1. Kurangi asupan natrium

Tubuh kita membutuhkan natrium untuk bisa menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun, jika kadar zat ini terlalu tinggi, bisa menyebabkan hipertensi.

Untuk mengurangi asupan natrium dengan membatasi jumlah garam pada makanan anda. Tidak melebihi satu sendok teh dalam satu hari. Atau anda juga dapat beralih pada garam lososa yang memiliki kadar natrium atau sodium rendah.

  • Gunakan bahan makanan yang tepat

Agar diet garam anda berhasil, anda pun harus memperhatikan jenis bahan makanan yang digunakan. Tentunya, harus bahan makanan sehat serta hindari makanan olahan atau makanan instan. Perbanyak, makan buah dan sayur yang sudah jelas-jelas alami.

  • Selalu pantau kalori yang masuk ke dalam tubuh anda

Anda harus bisa memantau jumlah asupan kalori setiap harinya yang masuk ke dalam tubug. Hal tersebut, dapat membantu mengoptimalkan fungsi garam. Untuk melakukannya, anda tidak perlu mengurangi porsi makanan secara drastis. Namun, anda bisa memilih cara yang lebih tepat dan aman seperti, menjadikan buah-buahan dan sayuran sebagai cemilan.

Terapkan Pola Diet Garam Dapat Membuat Badan Lebih Sehat

Dengan anda mengurangi kadar garam dalam tubuh. Anda pun sedang menerapkan pola hidup sehat. Karena, jika terlalu banyak mengkonsumsi garam tidak baik juga untuk kesehatan tubuh yang bisa menyebabkan penyakit hipertensi.

Garam yang aman di konsumsi adalah garam lososa yang memiliki kadar sodium rendah.

Review Film: 3 Pesan Menarik dari Pieces of a Woman

0

Netflix menghadirkan satu film drama keluarga baru lagi di awal tahun 2021 ini yang berjudul Pieces of a Woman. Di bintangi oleh Vanessa Kirby sebagai Martha dan Shia LeBaouf sebagai Sean serta Ellen Burstyn sebagai Elizabeth, film ini menceritakan fokus ketiganya secara bergantian selama 2 jam.

Premis cerita ini sederhana, bagaimana seorang wanita menghadapi kematian anak yang ia idamkan? Siapakah yang patut disalahkan dari peristiwa malang ini?

Baca Juga: Review Film Captain Marvel : Seorang Woman yang Tanpa Wonder

Cerita dibuka langsung oleh proses persalinan yang dialami Martha. Ia dan Sean suaminya sepakat untuk melakukan proses persalinan di rumah. Padahal ada resiko besar untuk melahirkan bayi di rumah. Tidak dijelaskan alasan Martha memilih persalinan di rumah tapi dari ketegangan yang terjadi sepanjang 25 menit awal menunjukkan keseriusan Martha dengan pilihannya.

Martha dibantu oleh Eva (Molly Parker) seorang bidan yang datang ke rumahnya untuk menjalani prosesi persalinan. Semua tampak berjalan lancar hingga sang bayi lahir. Namun tak lama kemudian bayi yang bernama Yvette itu mengalami komplikasi dan meninggal dunia dalam pelukan Martha.

Berikut ini tiga hal yang menarik dalam film Pieces of A Woman yang dapat menjadi inspirasi untuk Sahabat Pagi tonton:

Depresi Pasca Kelahiran

Kematian sang bayi menimbulkan trauma mendalam bagi Martha. Sepanjang film, Martha tampak menahan emosinya dan berusaha terlihat normal dengan kembali bekerja. Di sini kualitas akting Vanessa Kirby teruji mumpuni. Mata sang aktris yang selalu berkaca-kaca dan tatapannya yang kosong menyorotkan cerita pada penonton tentang cara Martha menjalani hidupnya pasca persalinan. Martha sampai tidak menyadari ada banyak yang berubah di sekitarnya. Seperti halnya kepada ibunya Elizabeth dan suaminya Sean. Elizabeth berusaha ikut campur dengan melayangkan gugatan pada Eva. Sean menjadi lebih sering marah pada Martha. Semua anggota keluarga Martha mengalami fase sulit setelah kehilangan cucu dan anak mereka. Di sini bukan hanya Martha yang harus menghadapi depresi, naun seluruh bagian dari keluarganya juga.  Hanya saja tiap anggota keluarga memiliki cara yang berbeda.

Baca Juga: Review Film Aquaman Fantasi Relung Terdalam Atlantis Yang Nyaris Sempurna

Pengorbanan dalam Hidup

Film ini mengajarkan arti pengorbanan dalam hidup manusia terutama dalam keluarga. Martha harus mengorbankan banyak hal. Hubungannya dengan sang suami menjadi tidak harmonis. Apalagi Sean semakin sering memaksa Martha untuk menuruti keinginannya.

Sean sendiri merasa diabaikan oleh Martha sehingga ia mulai berbohong. Martha yang mengetahui bahwa Sean mulai sering minum menjadi semakin jauh dari suaminya. Puncaknya, Sean pergi ke Seattle seorang diri padahal sebelumnya sudah berjanji akan mengajak Martha ikut serta. Kandasnya hubungan suami istri ini terjadi karena masing-masing dari diri mereka merasa diabaikan.

Belajar Ikhlas Pada Takdir

Pieces of a Woman juga mengajarkan arti keikhlasan. Kepergian suaminya membuat Martha mulai menata hidupnya kembali. Ia membersihkan seluruh rumah, kembali dekat dengan ibunya, dan bercocok tanam kembali. Martha juga membatalkan tuntutannya kepada Eva. Ia tahu bahwa kejadian tersebut bukan salah sang bidan. Tidak ada orang yang ingin hidup dengan menyimpan luka. Martha akhirnya berbaikan dengan dirinya sendiri.

Siap menonton, Sahabat Pagi?